Loading...
You are here:  Home  >  Organization  >  Berita Organisasi  >  Current Article

SEPENGGAL KENANGAN PULUHAN TAHUN SILAM

By   /  September 7, 2011  /  Comments Off

    Print       Email

Hari menjelang malam, ketika pimpinan sidang, Prof. dr. Soemargo Sastrodiwirjo, DSS dan dr.Mardias Almatzier, DSS, mempersilahkan giliran deleg Ikatan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (IDASI) Cabang Jawa Timur mempresentasikan design logo Idasi yang dibuatnya. dr. TroeboesPoerwadi, DSS, sebagai Ketum IDASI Jatim meminta Sekumnya (dr. Moh Hasan Machfoed, DSS) untuk presentasi. Setelah berbasa-basi sejenak, dr Hasan langsung menerangkan makna dari setiap komponen logo yang dibuatnya bersama dr.Troeboes, yang isinya antara lain : (1) Otak, girus dan sulkus digambar bulat merah sebagai pusat susunan saraf; (2) ditengah ada tulisan IDASI dan lambang tongkat dan ular adalah sesuai dengan lambang IDI, (3) delapan ruji merah menggambarkan ikatan batin para dokter spesialis saraf dari 8 penjuru angin untuk bersatu dan memperkuat organisasi; (4) ujung segitiga ruji berarti setiap dokter spesialis saraf melaksana kan 3 fungsi,yaitu : Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian; (5) tulisan Ikatan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (IDASI) adalah identitas organisasi; (6) gambar perisai segilima paling luar menggambarkan azas Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. Setelah selesai, presentasi dilanjutkan oleh Cabang berikutnya. Setelah semua cabang menyelesaikan presentasi, Pimpinan Sidang minta break sejenak untuk menentukan cabang mana yang akan keluar sebagai pemenang. Tak lama kemudian, semua delegasi disuruh masuk ruang sidang. Dan pimpinan sidang mengumumkan bahwa pemenangnya adalah IDASI Cabang Jatim. Dengan demikian, untuk selanjutnya logo itu ditetapkan sebagai lambang organisasi yang sah. Semua hadirin bertepuk tangan, tanda setuju dgn keputusan siding.

Sejawat Yth,
Itulah sepenggal kenangan puluhan tahun silam yang diingat Mod. Suasana diatas menggambarkan Rapat Kerja PP IDASI, yang dipimpin Ketua Umum (Prof Soemargo) dan Sekjen (dr.Mardias). Raker dilaksanakan pada bulan Oktober 1984, bertempat di Hotel Horison, Ancol, Jakarta. Selain membicarakan konsolidasi orgnisasi, Raker juga berniat membuat logo organisasi, yang dilakukan secara kompetisi antar cabang. Konsolidasi organisasi dilakukan setelah IDASI secara resmi memisahkan diri Perhimpunan Neurologi, Psikiatri dan Neuro Chirurgi (PNPNCh). Proklamasi pemisahan dilakukan di Medan, beberapa bulan sebelumnya.

Sejawat Yth,
Kala itu,organisasi kita yang bernama IDASI masih kecil, anggotanya pun tdk sebanyak sekarang. Cabang masih menggunakan nama propinsi, bukan nama kota seperti halnya sekarang. Kala itu delegasi (1) Sumatera Utara diwakili: dr. Darulkutni Nasution; (2) Sumatera Barat(dr. Basjiruddin) ; (3) Sumatera Selatan (dr. Alwi Shahab); (4) Jawa Barat (dr. Dede Gunawan); (5) Daerah Khusus Ibukota Jakarta(dr. Samino); (6) Daerah Istimewa Jogyakarta (dr. RusdiLamsudin; (7) Jawa Tengah (almarhum dr. Soedomo Hadinoto); (8) Jawa Timur (dr Troeboes dan dr Hasan) dan (9) Sulawesi Selatan (dr. Amiruddin Aliah).
Jangan lupa, semua yang disebut diatas itu menyandang gelar DSS, kepanjangan dari Dokter Spesialis Saraf. Dan alhamdulillah, semua pelaku sejarah itu masih tahes, alias sehat wal afiat, kecuali dr Soedomo yang telah wafat. Logo IDASI itu dipakai sampai 1996. Tahun 1996 IDASI ganti nama Perdossi. Ini karena IDI tidak berkenan bila organisasi dibawahnya memakai kata I (Ikatan). Sekalipun namanya berubah, lambang dan maknanya tetap tidak berubah, kecuali tulisan Idasi diganti Perdossi. Sejawat Yth Apa yang Mod ceritakan itu adalah sebagian dari sejarah Perdossi. Sebagai orang yang terlibat didalamnya, Mod merasa punya kewajiban moral untuk menceritakannya. Keterlibatan Mod dalam organisasi yang kala itu masih bernama PNPNCh diawali tahun 1977. Kala itu Mod masih PPDS, tapi alhamdulillah dipercaya jadi sekretaris OC event besar yang disebut Biennial Meeting PNPNCh 1978 di Surabaya. Bukan main berbinarbinarnya hati ini dapat mengenal dan bersentuhan langsung(maksudnya berjabatan tangan) dgn tokoh-tokoh penting, seperti Prof Hasan Saanin, Prof Mahar Mardjono, Prof Kussumanto, dan guru besar lainnya. Sejak saat itu hingga sekarang (32 tahun) Mod selalu terlibat dalam kepengurusan organisasi profesi ini dalam berbagai posisi. Kadangposisi berdiri, kadang jengking, heh,heh.

Sejawat Yth,
Sejarah selalu penting diketahui terutama oleh generasi penerus. Mengapa? Ya, karena dengan sejarahlah kita mengetahui jati diri kita. Bayangkan kalau anda tidak tahu sejarahnya bapak dan ibu anda. Sejarah bukanlah perjalanan hidup biasa. Sejarah merupakan refleksi sekaligus perspektif mendalam dari perjalanan hidup itu sendiri. Karena itu Boeng Karno selalu mewanti-wanti, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya(pembuat sejarah). Dan perlu diingat, jangan sekali-sekali membengkokan sejarah. Karena selain hidup akan terkutuk dunia aherat, pada akhirnya fakta akan muncul kepermukaan sebagai kebenaran sejarah. Sedikit cuplikan dari tulisan prof mod tempo hari Utk lengkapnya silakan buka file indoneuro.
==================================================================
Prof. Dr. Moh Hasan Machfoed, dr, Sp S(K), MS
Jl Raya Margorejo Indah No 32
Surabaya
Surabaya, 18 Juli 2009
Kepada Yth
Ketua Umum dan Pengurus Pusat Perdossi
di Jakarta
Re: Pencipta Lambang Perdossi
Dengan Hormat
Sebagaimana diketahui bahwa saya mulai aktif di organisasi profesi ini sejak tahun 1977, ketika organisasi ini masih bernama Perhimpunan Neurologi, Psikiatri dan Neurochirurgi (PNPNCh), dimana Ketua Umum PNPNCh ketika itu dijabat oleh Prof. Hasan Sa’anin dan Sekjennya adalah dr. Venusri Latief (keduanya dari Bandung). Saya tetap aktif di organisasi ketika namanya berubah menjadi Ikatan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (IDASI) dan akhirnya sekarang bernama Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI).

Pada event Biennial Meeting-2 PNPNCh, bulan Juli 1978 di Surabaya, saya menjabat sebagai sekretaris Organizing Committee, sedang ketua OC dijabat oleh dr. Troeboes Poerwadi. Sejak saat itu hingga sekarang jabatan saya silih berganti baik ditingkat cabang maupun nasional, contohnya sebagai Sekretaris Umum PNPNCh Cabang Jawa Timur (1980 – 1984), Ketua IDASI Cabang Jawa Timur (1984 – 1992), Anggota Dewan Penilai Keahlian IDASI Pusat (1992 – 1996), Ketua I PP Perdossi Bidang Organisasi dan Profesi (1997 – 2003), Ketua Perdossi Cabang Surabaya (2000 – 2008), Ketua I PP Perdossi Bidang Organisasi dan Profesi (2003 – 2007), Ketua Pokdi Nyeri Kepala Perdossi Pusat (2007 – 2011) dan Anggota KNI (2008 – 2011), atau dengan kata lain saya telah mengabdi pada organisasi lebih dari 30 tahun dari hidup saya.

Lambang dan lagu baik yang berupa Mars maupun Hymne, adalah atribut yang amat penting dalam rangka menunjukan eksistensi dan jatidiri organisasi, serta juga penting sebagai bagian dari sejarah perkembangan organisasi yang perlu diketahui generasi penerus. Kalau Mars dan Hymne Perdossi telah diakui siapa penciptanya, tidak demikian halnya dengan Lambang Perdossi. Sejak digunakannya lambang tersebut pada tahun 1984 dan arti dari lambang juga sudah dimuat dalam AD/ART organisasi, belum sekalipun Pengurus Pusat Perdossi menyinggung siapa pencipta lambang tersebut. Mumpung sebagian besar saksi sejarah masih hidup, pada kesempatan ini perkenankanlah saya mengutarakan sejarah bagaimana lambang itu diciptakan.

Pada bulan Oktober 1984, PP IDASI yang waktu itu (kalau tidak salah) Ketua Umum adalah Prof. Soemargo dan Sekjennya adalah dr. Mardias Almatzier mengadakan rapat kerja di Hotel Horison (Ancol, Jakarta). Selain membahas masalah organisasi, rapat kerja juga membuat sayembara yang sebelumnya telah diberitahukan kepada setiap cabang untuk membuat lambang organisasi beserta artinya.

Delegasi IDASI Cabang Jawa Timur (dr. Troeboes Poerwadi dan dr. Moh Hasan Machfoed) telah sejak lama merancang lambang tersebut beserta artinya, antara lain : (1) Otak, girus dan sulkus digambar bulat merah sebagai pusat susunan saraf; (2) ditengah ada tulisan PERDOSSI dan lambang tongkat dan ular adalah sesuai dengan lambang IDI, (3) delapan ruji merah menggambarkan ikatan batin para dokter spesialis saraf dari 8 penjuru angin untuk bersatu dan memperkuat organisasi; (4) ujung segitiga ruji berarti setiap dokter spesialis saraf melaksanakan 3 fungsi, yaitu : Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian; (5) tulisan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia adalah identitas organisasi; (6) gambar perisai segilima paling luar menggambarkan azas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah dilakukan evaluasi dan penilaian, lambang organisasi beserta artinya yang diciptakan oleh dr. Troeboes Poerwadi dan dr. Moh Hasan Machfoed dari IDASI Cabang Jawa Timur dinyatakan sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai lambang organisasi.

Sebagai saksi sejarah ketika itu adalah para sejawat dari setiap cabang, yang kalau tidak salah antara lain : dr. Darulkutni Nasution (Medan), dr. Basjiruddin (Padang), dr. Alwi Shahab (Palembang), dr. Dede Gunawan (Bandung), dr. Mardias Almatzier dan dr. Samino (Jakarta), dr. Rusdi Lamsudin (Jogyakarta), almarhum dr. Soedomo Hadinoto (Semarang) dan dr. Amiruddin Aliah (Makassar). Untuk menjamin adanya validitas informasi ini, maka selain dari para sejawat diatas sebagai saksi sejarah, konfirmasi lebih lanjut bisa dilihat dari arsip Pengurus Pusat. Setelah imformasi ini dikonfirmasi dan dianggap valid, maka saya mohon PP Perdossi memberi pengakuan tentang siapa pencipta lambang tersebut baik secara tertulis maupun lisan pada event organisasi baik Pertemuan Dua tahunan maupun kongres.
Demikian, atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.
Wassalam
ttd
Prof. Dr. Moh Hasan Machfoed, dr, Sp S(K), MS
Menyetujui
ttd
Prof. Troeboes Poerwadi, dr, Sp S(K)
Tembusan, Yth :
1. Prof. Darulkutni Nasution
2. Prof. Basjiruddin
3. Dr. Alwi Shahab
4. Dr. Dede Gunawan
5. Dr. Mardias Almatzier
6. Dr. Samino
7. Prof. Rusdi Lamsudin
8. Prof. Amiruddin Aliah
==================================================================
Dari: PERDOSSI PUSAT <neurona@centrin.net.id>
Kepada: Merdias Almatsier <merdiasalmatsier@yahoo.co.id>; samino.aazi@gmail.com;
dr.samino@yahoo.com; ddgnwn202@gmail.com; lamsudin@yahoo.com;
dr_alwishahab@yahoo.com; basjir ahmad <basjirpdg01@yahoo.com>;
darulnasution@yahoo.com; amiruddin_aliah@yahoo.com
Cc: mhasanmachfoed@yahoo.com
Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 10:18:11
Judul: Fw: DISKUSI LAMBANG PERDOSSI
Jakarta , 1 Juni 2011
Perihal : Lambang PERDOSSI
Kepada Yth.
· Prof.Dr. Troeboes Poerwadi, Sp.S(K)
· Prof. DR.Dr. Amiruddin Aliah, Sp S(K), MM
· Prof. Dr. Basjiruddin, Sp S(K)
· Prof. DR.Dr. Rusdi Lamsudin, Sp S(K), MSc
· Prof. Dr. Darulkutni Nasution, Sp S(K)
· Dr. Dede Gunawan, Sp S(K)
· Dr. Merdias Almatzier, SpS(K)
· Dr. H. Samino, Sp S(K)
· Dr. Alwi Shahab, Sp S(K)
Dengan hormat,
Menindak lanjuti surat dari Prof.DR.Dr. M. Hasan Machfoed, Sp.S(K) kepada Ketua Umum PP PERDOSSI tentang lambang PERDOSSI (surat terlampir), maka kami mohon kesediaan Sejawat selaku saksi dari peristiwa ditetapkannya lambang tersebut untuk mengirimkan informasi klarifikasi meliputi :

  • kapan ditetapkan
  • siapa saja yang menghadiri
  • bagaimana cara pemilihan lambang
  • bagaimana cara menetapkannya

Kami harap dapat menerima balasan Sejawat sebelum tanggal 15 Juni 2011 untuk dapat kami rangkum sebagai sejarah penetapan lambang PERDOSSI (IDASI saat itu).

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Pengurus Pusat PERDOSSI
ttd
Prof.Dr. H. Jusuf Misbach, Sp.S(K), FAAN
Ketua Umum
Tembusan :
Yth. Prof.DR.Dr. H. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K)
==================================================================

==================================================================
From: Dede Gunawan
To: mhasanmachfoed@yahoo.com
ReplyTo: Dede Gunawan
Subject: Re: Surat Pernyataan
Sent: May 31, 2011 07:54
Yth prof Moh Hasan Machfoed,
Saya setuju dan ingat bahwa design dari PERDOSSI JATIM di th 1984, ses perpisahan PNPNCh menjadi IDASI diambil seb lambang.
Saat nama perhimpunan jadi PERDOSSI , lambanh sama di adaptasikan
Salam
Dr Dede Gunawan
==================================================================
Dari: merdi <merdiasalmatsier@yahoo.co.id>
Kepada: mhasanmachfoed@yahoo.com
Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 08:51:34
Judul: Re: Surat
Dr Hasan Machfoed yth.
Menanggapi surat anda tentang lambang IDASI dengan ini saya sampaikan sbb:

  1. Pada sekitar tahun 1984 Pengurus Pusat IDASI dan pimpinan pengurus cabang menyelenggarakan rapat dan menetapkan usul gambar lambang yg diajukan pengurus IDASI cabang Jawa Timur terpilh sebagai lambang IDASI.
  2. Keputusan rapat PP IDASI tsb dituangkan dalam ART IDASI pada pasal tentang lambang organisasi.

Keterangan tsb saya berikan berdasarkan apa yang saya ingat karena peristiwa rapat tsb telah lama terjadi.
Demikianlah informasi yang dapat saya berikan.
Salam.
==================================================================
Dari: “ddgnwn202@gmail.com” <ddgnwn202@gmail.com>
Kepada: PERDOSSI <neurona@centrin.net.id>
Cc: Moh Hasan Machfoed <mhasanmachfoed@yahoo.com>; Merdias Almatsier Sp S K
<merdiasalmatier@yahoo.co.id>; darulkutni Nst <darul@idola.net.id>
Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 18:45:50
Judul: Lambang
Yth Prof H Jusuf Misbach
Ketua PERDOSSI
Mengenai penetapan lambang IDASI , kami tak mempunyai catatan, tentang Tanggal, dan siapa yg tepatnya hadir pada saat itu. Barangkali dalam File PERDOSSI / IDASI , data diatas dapat di cari. Kami kira File IDASI /PERDOSSI ada di bag I P SARAF FKUI. Mungkin Dr Merdias Almatsier dan Dr Samino , Ibu Tuti bisa membantu.

Yg kami ingat adalah, sesudah putusan Rapat Pleno PNPNCh, bahwa kita akan memecah jadi perhimpunan/ikatan sendiri2 , dalam Rapat Pleno IDASI pertama diajukan antara lain tetang Lambang IDASI. Dalam sidang Pleno terachir di Medan, Design dari Jawa Timur yg diterima.
Bandung, 1 Juni 2011
Salam,
Dr Dede Gunawan Sp S (k)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
==================================================================


MAAF E-MAIL PROF DARULKUTMI KETLISUT

You must be logged in to view the hidden contents.
    Print       Email
  • Published: 1151 days ago on September 7, 2011
  • By:
  • Last Modified: January 15, 2012 @ 1:58 am
  • Filed Under: Berita Organisasi

You might also like...

SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS SARAF INDONESIA PADA PERTEMUAN ILMIAH NASIONAL STROKE

Read More →