Loading...
You are here:  Home  >  Scientific Manuscripts  >  Epilepsi  >  Current Article

Persepsi Yang Salah Tentang Epilepsi

By   /  April 4, 2012  /  No Comments

    Print       Email

Jakarta (ANTARA News) – Masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai epilepsi. Sebagian besar masyarakat menganggap epilepsi adalah penyakit, namun dr. Irawan Mangunarmadja, SpA dari Departemen Kesehatan Anak FKUI – RSCM mengatakan epilepsi adalah kelainan atau gangguan saraf pada otak.

“Ada lepas muatan listrik abnormal dalam otak yang menyebabkan penyandang mengalami serangan bangkitan berulang,” kata Irawan pada seminar media di Jakarta, Rabu.

Irawan juga mengatakan bahwa epilepsi tidaklah menular, sehingga penyandang epilepsi seharusnya tidak mendapatkan perlakuan keliru dari keluarga maupun masyarakat.

“Jangan kucilkan mereka, menganggap mereka kesurupan atau malah malu. Dukung mereka, mereka sama seperti kita,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Endang Kustiowati, SpS(K) mengatakan bahwa 99 persen penyandang epilepsi dapat bersekolah secara normal, labih dari 75 persen dapat bekerja dengan baik, dan kurang dari 8 persen penyandang yang mengalami bangkitan saat sedang bekerja.

“Saya juga menyayangkan bila ada masyarakat yang berpikiran bahwa epilepsi disebabkan faktor keturunan, pada kenyataannya penyebab epilepsi secara genetik hanya terjadi kurang dari 5 persen,” kata Endang.

    Print       Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You might also like...

Heart disease, stroke emerge as top killers worldwide

Read More →