Loading...
You are here:  Home  >  Scientific Manuscripts  >  Current Article

KASUS DR DENY (Mailing List Indoneuro 19-08-2014)

By   /  August 19, 2014  /  Comments Off on KASUS DR DENY (Mailing List Indoneuro 19-08-2014)

    Print       Email

Pasien: Anak laki 12 th

 KU: pusing

Ax:

  • Mengeluh pusing berputar jk duduk/berdiri, sdh 1 th
  • Serangan didahului demam 2 hr
  • Tiap episode serangan berlangsung 6 hr dan sekarang adalah episode yg ke 6
  • Serangan terakhir tidak didahului demam, tapi nyeri kepala berdenyut tanpa mual di pelipis kiri yg muncul jk duduk/ berdiri berlangsung 2 hr lalu muncul vertigo.
  • Riwayat trauma kepala, tinitus (-). St neurologi dbn, Head Thrust test masih bisa memfiksasi bola mata, Dix Hallpike test nistagmus (-). T 110/70, N 80.

Lab:

  • Hb, L , tr, elektrolit dbn,
  • thorax foto , MRI normal.

Dx: Neuritis vestibular.

Tx:

  •  Flunarizine 10 mg,
  • Betahistine 12 mg
  • Prednison 30 mg,
  • Epley maneuver dan latihan vertigo, sampai saat ini belum ada perbaikan.

ANALISIS KASUS

  • Untuk 5 episode sebelumnya, saya setuju dgn dx Neuritis Vestibular (NV). Disitu ada serangan vertigo (paroxysmal?). Dx makin kuat bila disertai nausea, vomiting dan gejala infeksi (didahului demam). Infeksi yang menyertai NV sering terjadi pada anak. Bagaimana dgn nystagmus untuk 5 episode sebelumnya? Ini tak lain karena horizontal nysgmus seing didapatkan pada NV.
  • Pertanyaan yang belum terjawab, mengapa terjadi periodic sampai 5 kali dgn didahului demam?  Coba periksa: (1) Immunoglobuli A (IgA) untuk menilai status imunnya: (2) Herpes Simplex Virus tipe-1 (HSC-1) untuk kemungkinan infeksi vestibular ganglion.
  • Untuk serangan yang saat ini (episode ke 6) tentu dx-nya bukan NV lagi. Lalu apa dong dx-nya. Mari kita evaluasi, penyakit apa saja yang gejalanya  mirip migraine, yaitu nyeri kepala berdenyut unilateral disertai vertigo atau  “Unilateral throbbing headache with vertigo”.
  • Ada beberapa, yang paling relevant, adalah:
  1. Basilar Migraine;
  2. Migraine-Associated Vertigo (MAV);
  3. Unilateral throbbing form of tension-type headache concurrently with Recurrent vestibular neuritis

 

  1. Basilar migraine. Ini termasuk migraine dgn aura. Karena terjadi di batang otak, maka gejalanya akan banyak sekali spt: Vertigo; Tinnitus; Decreased hearing; Ataxia; Visual symptoms in both hemifields of both eyes; Dysarthria; Double vision; Bilateral paresthesias; Bilateral paresis; Decreased level of consciousness. Tentu ini tdk cocok dgn kasus tsb
  2. Migraine-Associated Vertigo (MAV):
    • Tidak ada tests diagnosis MAV, semuanya didasarkan pada anamnesis.
    • Diagnosis definitive MAV bila ada gejala migraine dgn aura yang disertai oleh serangan vertigo secara bersamaan atau bila ada serangan migraine tanpa aura yang disertai vertigo berulang segera sebelum atau selama nyeri kepala. Ini cocok dgn kasus. Vertigo yang terjadi setelah nyeri kepala bisa sbg variasi.
    • Vertigo sedang keaah berat yang berlangsung > 24 jam, dipicu oleh gerakan (naik mobil) atau ditempat ramai
    • Serangan migraine sesuai criteria IHS
  3.  Unilateral throbbing form of tension-type headache concurrently with Recurrent vestibular neuritis (UTFTTH + RVN)
    • Timbul masalah bila serangan migraine pada kasus tsb tdk mememuhi criteria HIS. Jangan kuatir, masih tersedia pilihan diagnosis yaitu UTTTH + RVN.
    • Disini ada 2 penyakit yang terjadi nyaris bersamaan.  Sekalipun jarang, UTTTH bisa timbul sbg manifestasi dari TTH, terutama bila ada stress psikologis. RVN didasarkan pada terjadinya vestibular neuritis secara berulang.
  4. Kesimpulan dan Advis terapi
    • Sesuai diskusi diatas, diagnosis paling rasional adalah point no 2 dan 3.
    • Terapi no 2 adalah obat anti vertigo ditambah obat migraine.
    • Terapi no 3 adalah obat vertigo ditambah NSAIDs.

Mohon maaf, ini sekedar urun rembuk saya, yang bisa benar bisa salah.

Suwun – MHM

    Print       Email

You might also like...

New aim to detect rheumatic heart disease early

Read More →